Tuesday, November 17, 2015

Contoh Syair Nasihat Agama Anak-Anak dan Maknanya

Syair memiliki banyak tema dan jenisnya. Contohnya syair cinta, syair nasihat, syair agama, syair pendidikan.

Kali ini syairko ingin menuliskan contoh syair nasihat agama.

Syair ini diambil dari Syair Perahu karya Hamzah Fansuri. Beliau adalah seorang pujangga sekaligus seorang ahli ibadat.

Beliau menetap di daerah Sumatra bagian Barat yang termasuk dalam kerajaan Aceh Darussalam.

***

Salam hangat dari Gina Hayana.


kumpulan syair nasehat anak-anak pendidikan agama













Contoh Syair Nasihat Hamzah Fansuri


Contoh Syair Nasihat Bait 1 Sampai 3


[1]

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah


Hamzah Fansuri menjelaskan bahwa syairnya berisikan sebuah nasehat. Yakni bagaimana caranya menjalani kehidupan yang sementara ini.


[2]

Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.


Pada bait kedua ini, Hamzah Fansuri meminta para pemuda pemudi untuk memahami hakikat diri sebenarnya. "Kenali dirimu" katanya.

Diri ini laksana perahu. Ia akan berjalan menuju ke suatu tujuan tertentu.

Lalu ke mana tujuan kita? Yakni ke akhirat. Akhiratlah tempat kekal untuk selama-lamanya. Sedangkan kehidupan di dunia ini tidaklah lama. Hanya sesaat saja.


[3]

Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.


Bait ke-tiga ini, Hamzah Fansuri menasehati agar manusia menyiapkan segala sesuatu agar perahu (diri kita sendiri) melaju dengan lancar.

Agar perahu tidak mengalami masalah selama perjalanan menuju dunia yang kekal.

Dengan persiapan itu, maka kita akan mudah mencapai tujuan.


Contoh Syair Nasihat Bait 4 Sampai 6 Sajak AAAA

Pada bait 4 hingga 6 sangat indah.

Penyair akan menerangkan apa saja yang akan dialami oleh setiap manusia yang berjuang untuk mendapatkan keridhaan Sang Pencipta.


[4]

Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu


Bait ke-empat ini merupakan kelanjutan dari bait ke-3. Isinya masih mengenai nasehat agar kita memperkuat segala hal yang berkaitan dengan perahu.

Maknanya: kita harus mempersiapkan diri dalam perjalanan dalam menggapai keindahan akhirat.

"Perteguh juga alat perahumu," kalimat ini bermakna bahwa perahu tidak akan sampai ke tujuan tanpa adanya perbekalan.



[5]

Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.

Setelah semua perbekalan kita siapkan, maka langkah selanjutnya adalah melangkahkan kaki menuju tujuan.

Hamzah Fansuri mengisyaratkan dengan kata-kata, 'Angkatlah sauh dan layar."

Dengan mengangkat sauh dan layar berarti perahu pasti melaju.



[6]

Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.


Pada bait ke-enam, penyiar mulai mengingatkan kita bahwa dalam beribadah pastilah banyak godaannya.

Oleh karena itu, sebelum semakin jauh perjalanan ini, persiapkan diri agar selalu tegar menghadapi berbagai godaan.

Apa godaannya? Penyair menggunakan pengibaratan yaitu, "banyaklah di sana ikan dan hiu."

Ikan merupakan simbol dari godaan; godaan yang dapat menggelincirkan hati dari niat ikhlas beribadah kepada Allah.

Sedangkan kata "hiu" merupakan simbol bahwa dalam beribadah pasti ada halang rintangan. Akan ada orang-orang yang tidak suka.

Akan ada orang-orang yang menghalangi kita dalam berjuang menegakan agama.

Jadi ada dua rintangan besar dalam berjuang meraih keridhaan Allah:

Pertama, godaan dari dalam.

Kedua, rintangan dari luar.

Godaan dari dalam adalah segala sesuatu yang biasanya disukai oleh hawa nafsu. Misalnya rumah, pekerjaan, anak-anak, simpanan, emas perak...

Sedangkan rintangan dari luar adalah segala sesuatu dari luar yang menghalangi peribadahan.

Misalnya ancaman para penguasa, cemoohan orang-orang munafik, dan kesulitan yang ditumbulkan oleh musuh-musuh kebajikan.



Contoh Syair Nasihat Agama Bait 7 Sampai 9

[7]

Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.


Hanya sedikit orang-orang yang sampai ke tujuan, yakni tujuan manusia diciptakan.

Kenapa hanya sedikit? Karena mereka gagal dalam menghadapi berbagai godaan dan rintangan.

Hamzah Fansuri mengatakan bahwa muaranya dalam, ikan banyak. Di sanalah perahu karam dan rusak. 

Maksudnya banyak dari manusia yang gagal dalam menghadapi godaan hidup. Misalnya tergoda oleh wanita, harga, dan tahta.

Lalu adanya juga yang kalah dalam perjuangan melawan penindasan. Beliau menjelaskannya lewat kata-kata, karangnya tajam seperti tombak.

Karang adalah batu keras. Dan jika tajam, maka perahu dapat rusak olehnya. Bocor lalu tenggelam.

Maknanya adalah sebagai seorang yang ingin mendapatkan keindahan surga, jangan sampai kalah oleh ancaman apapun dalam beribadah.

Bilal adalah salah satu contoh orang yang berani menghadapi ancaman.

Beliau disiksa, dicambuk, ditindih dengan batu panas di gurun pasir. Tetapi beliau tetap teguh demi meraih kebahagiaan abadi.

Pada bait-bait selanjutnya dalam syair perahu,  Hamzah Fansuri akan menjelaskan godaan rintangan dan cara menghadapinya.



[8]

Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.


Bait ke-8 memiliki makna bahwa selama perjalanan menuju negeri akhirat yang kekal abadi, kita dihadapkan kepada segala seuatu yang bisa meruntuhkan tekad.

Godaan yang tiada henti-hentinya bertujuan agar kita manusia akhirnya tenggelam; tenggelam dalam kehidupaan sesaat di dunia ini.

Lalu di akhirat kita tidak memiliki apapun juga.

Kita akhirnya menyesal. Hidup yang hanya sebentar ini ternyata hanya untuk membeli siksaan kekal abadi di akhirat.

Padahal seharusnya kehidupan yang sebentar ini dapat kita jadikan untuk membeli surga, tentu saja dengan amal kebajikan.




[9]

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.


Untuk mengatasi berbagai rintangan, maka kita harus memiliki pedoman atau petunjuk dalam meraih ridha Illahi.

jikalau ada pedoman dikapit, sempurnalah jalan terlalu ba'id.

Itulah kata-kata yang menjelaskan agar kita selalu berpegang teguh pada petunjuk dalam mengarungi perjalanan yang ba'id, perjalanan yang jauh.

Apa pedoman atau petunjuk agar kita selamat badan di dunia dan di akhirat? Beliau menjelaskannya pada bait-bait selanjutnya.

Tetapi,

Sekarang kita ambil contoh syair nasihat lagi. Yakni syair nasihat anak-anak dari Ali Haji.



CONTOH SYAIR NASIHAT ANAK-ANAK RAJA ALI HAJI


Contoh syair nasihat berikut ini diambil dari karya besar Raja Ali Haji. 

Beliau adalah salah tokoh suku Melayu yang sangat terkenal. Beliau dilahirkan pada hari Kamis waktu ‘Ashar bulan Rajab tahun 1193 H di Istana Yang Dipertuan Muda Riau-Raja Haji Ibni Daeng Celak.

Sekarang wilayah tersebut masuk ke Provinsi Riau.

Karya beliau yakni syair nasehat kepada anak sangat terkenal. Bahasanya indah. Bersajak a-a-a-a. 

Selain bahasa yang indah, juga pesan dan makna yang disampaikan dalam syair tersebut sangat mendalam. 

Berisikan anjuran seorang ayah kepada anak-anaknya agar menjalani hidup dengan akhlak yang agung. 

Akhlak yang  agung itulah yang dapat membawa kita kepada kehidupan yang sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. 

Raja Ali Haji banyak menghasilkan karya indah. 

Di antaranya:

  • Syair Gemala Mustika Alam
  • Syair Nasehat Kepada Anak
  • Gurindam Dua Belas
  • Bustanuk Katibin


Tetapi sesuai dengan judul artikel ini, kita akan membahas syair nasehat kepada anak-anak.


Syair Nasehat Anak-Anak Raja Ali Haji


[1]
Dengarkan tuan ayahanda berperi,
Kepada anakanda muda bestari,
Jika benar kepada diri,
Nasihat kebajikan ayahanda beri. 


[2]
Ayuhai anakanda muda remaja,
Jika anakanda mengerjakan raja,
Hati yang betul hendaklah disahaja,
Serta rajin pada bekerja. 


[3]
Mengerjakan gubernemen janganlah malas,
Zahir dan batin janganlah culas,
Jernihkan hati hendaklah ikhlas,
Seperti air di dalam gelas.


Gina jelaskan 3 bait syair nasehat di atas. Yang pertama merupakan pembukaan. Bait pertama memberitahukan bahwa ayahanda akan memberikan nasehat kepada anak-anaknya yang masih muda.

Bait kedua bermakna bahwa sangat penting untuk memiliki niat yang tulus. Bersikap rendah hati, dan rajin bekerja.

Rendah hati dan rajin bekerja merupakan sebab hidup yang bahagia.

Belajarlah dengan rajin, akibatnya... kamu bisa pintar.

Rajinlah bekerja, akibatnya... harta akan datang kepadamu.

Jadi milikilah kepribadian yang luhur, kelak kepribadian itu yang akan menjadikan kehidupan ini penuh dengan kebahagiaan.

Pada bait ke-3, beliau memperingatkan anak-anaknya agar jangan malas, jangan culas, harus memiliki hati yang ikhlas.

Apa yang dimaksud dengan jangan culas? Jangan culas bermakna agar kita selalu sopan kepada orang tua, menyayangi yang lebih muda, dan menghormati sesama.

Sehingga menjadi pribadi yang menyenangkan.

Kehadirannya disukai oleh siapapun.

Lalu mengapa hati harus ikhlas? Sebab dengan keikhlasan hidup menjadi mudah, jiwa menjadi tenang, dan bahagia senantiasa menjelang.


[4]
Jika anakanda tumbuh besar
Tutur dan kata janganlah kasar
Janganlah seperti orang sasar
Banyaklah orang menaruh gusar

[5]
Tutur yang manis anakanda tuturkan
Perangai yang lembut anakanda lakukan
Hati yang sabar anakanda tetapkan
Kemaluan orang anakanda fikirkan


[6]
Kesukaan orang anakanda cari
Supaya hatinya jangan lari
Masyurlah anakanda dalam negeri
Sebab kelakuan bijak bestari


Semakin dewasa usia kita, semakin baik pula seharusnya kelakuan kita.

Maka Raja Ali Haji menasehati dalam syair yang setiap baitnya bersajak a-a-a-a, agar anak-anaknya jangan bertutur kata yang kasar.

Jika tutur kata kasar, orang lainpun akan gusar. Maknanya banyak orang yang tidak menyukai diri kita.

Yang seharusnya dilakukan ialah bertutur kata dengan sopan, tingkah laku yang lembut, hati yang sabar, dan memiliki rasa empati kepada orang lain.

Lalu pada bait ke-6, ada nasehat yang sangat berkesan.

Yakni dalam bergaul hendaknya kita lebih mengutamakan orang lain agar orang lain senang bergaul dengan kita.

Dengan melakukan seluruh kebaikan itu nama kitapun menjadi harum. Dikenal oleh banyak orang karena kebaikannya.


[7]
Nasehat ayahanda anakanda fikirkan
Keliru setan anakanda jagakan
Orang berakal anakanda hampirkan
Orang jahat anakanda jauhkan

[8]

Setelah orang besar fikir yang karu 
Tidak mengikut pengajaran guru
Tutur dan kata haru biru
Kelakuan seperti anjing pemburu

[9]

Tingkah dan laku tidak kelulu
Perkataan kasar keluar selalu
Tidak memikirkan orang empunya malu
Bencilah orang hilir dan hulu



Apa makna dari syair di atas? Pada bait 7 hingga bait 9?

Jika memang masih perlu penjelasannya silakan kirimkan contoh satu syair saja untuk Gina. Bisa juga pantun atau syair ke gina.hayana@gmail.com. 

Nanti karyamu akan ditampilkan di syairko.

Jika ada alamat facebook dan fotonya akan lebih baik.

Di tunggu ya....

Demikianlah tulisan Gina untuk artikel Contoh Syair Nasihat Pendidikan Agama Anak-Anak. 

Related Posts

Contoh Syair Nasihat Agama Anak-Anak dan Maknanya
4/ 5
Oleh

Masukan Emailmu

Suka dengan syairko? Masukan emailmu untuk artikel terbaru.