Monday, October 12, 2015

Cara Membuat Puisi Yang Indah Menyentuh Hati

Ketika membaca puisi yang indah, terkadang Gina bertanya bagaimana cara membuat puisi yang indah itu?

Bagaimana langkah-langkah membuat puisi yang benar?

...sehingga bisa tercipta puisi yang menyentuh hati.

Sembari belajar menuliskan puisi di syairko.blogspot.com, Gina coba berbagi pengalaman dalam merangkai kata menjadi puisi.

Mungkin sebagian cara-caranya tidak sama dengan orang lain.

Ya, karena langkah-langkah menyusun kata tersebut merupakan pengalaman pribadi.


cara membuat puisi yang indah menyentuh hati



Cara Membuat Puisi Ala Gina


Mungkin kamu bisa mengikuti langkah-langkah Gina dalam membuat suatu puisi.

Sangat mudah dan simpel.

Akan Gina jelaskan satu persatu disertai dengan contohnya. Secara garis besar langkah-langkah membuat puisi yang Gina lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mencari judul yang tepat
  2. Membuat kerangka puisi
  3. Menentukan suasana yang diinginkan
  4. Mendapatkan pilihan kata
  5. Menggunakan persamaan bunyi
  6. Menambahkan penyesuaian bunyi
  7. Menentukan rima atau persajakan
  8. Penggunaan resonansi
Dari semua langkah di atas, mungkin kita fokuskan 3 poin saja. Itu sudah cukup. 

Misalnya kita fokuskan ke no 1, 4, dan 8.

Jadi tidak harus semuanya kita gunakan dalam membuat puisi. Namun demikian, Gina akan jelaskan satu persatu. 

Ikuti penjelasannya....


Langkah #1: Mencari Judul Yang Tepat


Puisi itu ibarat kata-kata mutiara.

Maka harus disusun seindah-indahnya. Tidak terkecuali pada bagian judul.

Sebagian orang menganggap judul memiliki kedudukan sangat penting dalam sebuah puisi. Oleh karena itu, langkah pertama dalam cara membuat puisi adalah mendapatkan judul...

...judul yang tepat dan memikat.

Caranya?

Buatlah sebuah judul, lalu variasikan. 

Misalnya Gina ingin membuat puisi dengan judul "Hatiku Sedang Sedih."

Puisinya berisi cerita kesedihan karena luka hati.

Maka, agar mendapatkan judul yang lebih indah..caranya adalah dengan membuat minimal 5 variasi dari judul tersebut.


  1. Hatiku Sedang Sedih.
  2. Sedih Hatiku Tak Tertahankan.
  3. Terendam Air Mata Kesedihan
  4. Sedihnya Hatiku Yang Terluka
  5. Dukaku Lukaku
  6. Sajak Duka Seorang Wanita

Kita sudah mendapatkan 6 judul puisi.

Lalu kita pilih salah satu. Pilih yang sesuai dengan isi puisi yang dibuat; yang paling mewakili isi hati; dan tentunya indah.

Semakin banyak pilihan, semakin mudah kita mendapatkan yang lebih baik.

Kita bisa membandingkan antara satu judul dengan judul lainnya. Berlatihlah untuk membuat berbagai variasi judul. Dan rasakan perbedaannya. 

Coba bandingkan judul di bawah ini.


Aku melamarmu.

Saya melamar Anda Dengan Bismillah.

Kulamar Kamu Dengan Ucapan Basmallah.

Kupinang Engkau Dengan Hamdalah.

Saya Meminang Engkau.



Mana yang paling puitis? Pilihlah salah satu judul yang paling puitis.


Langkah #2: Membuat Kerangka Puisi


Membuat kerangka puisi sangat baik untuk memberi jalan cerita pada puisi.

Kenapa?

...karena kita bisa menyusun satu persatu ide utama dalam setiap bait.

Dengan begitu,

kita bisa fokus.

Lalu bagaimana cara membuat kerangka puisi?

Pertama. Ceritakan apa yang sedang kamu alami.

Misalnya:

Malam ini saya seorang diri di kamar - Ingat seseorang yang pernah membuat kita bahagia - Ada sedikit rindu untuknya 

Kerangka di atas kita pecah menjadi bait-bait puisi:

Contohnya:

[Kerangka] Malam ini saya seorang diri. Menjadi:

Kenapa sang malam begitu cepat turun?
Sehingga mataku menjadi berat
menahan kantuk yang mendekap erat
Seorang diri tanpa sahabat.


[Kerangka] Ingat seseorang... Menjadi:

Dan,
Kenapa bayang-bayangmu mendatangiku,
membuat hatiku terjaga,
padahal kantuk mengajakku rebah di peraduan malam.

Engkau yang pernah hangatkan hatiku yang beku,
Menjadikannya mengecap seulas bahagia,
Menyingkirkan masa laluku yang kelam.

[Kerangka] Ada sedikit rindu untuknya...Menjadi:

Kamu tahu?
Masih tersisa sebutir rindu dalam hatiku: untukmu!
Dan sebutir rindu itu amat menyiksaku: saat aku terkenang senyum manismu. 


Kedua. Ceritakan apa yang terjadi pada seseorang.

Cara membuat kerangka puisi juga bisa menceritakan sesuatu yang dilihat oleh mata, atau didengar oleh telinga.

Misalnya kita melihat seorang yang sudah bapak-bapak dan ibu-ibu. Mereka makan bersama di sebuah restoran. Terlihat sangat serasi.

Kira-kira apa saja yang terjadi pada mereka berdua semenjak masa mudanya hingga saat ini?

Mungkin mereka saling jatuh cinta ketika masa remaja. Membangun bahtera rumah tangga. Berjuang meniti kehidupan hingga mencapai sukses.

Mungkin ada pula masa-masa sulit.

Baik kesulitan ekonomi maupun kesulitan dalam menyulam tali-tali cinta.

Dari cerita di atas, buatlah puisi dari sudut pandang si wanita, ataupun laki-lakinya.

Contoh Pertama

Sekeping Kenangan 

Ribuan perjalanan telah kita lewati.
Dari masa masa indah di waktu remaja
Hingga kini...

Begitu layak untuk dikenang:
Saat mata kita beradu pandang
Sepulang sekolah dulu
Aku hanya mampu tersipu-sipu

Berdebar jantungku
Apakah sebutir cinta jatuh di lantai jiwa?
Dan tiba-tiba aku merindu
Pada orang asing yang tak pernah kukenal sebelumnya.

Itu lah kamu
Penuh pesona dari dahulu
Tak pernah pudar 
Senantiasa memancar



Contoh Kedua

Kemarilah Kekasihku,
Duduklah di dekatku,

Hari ini denyutan rindu membuatku bahagia saat menatapmu. 
Akupun terkenang masa-masa ketika kita baru bertemu.

Kamu cantik, seperti dahulu.
Senyumanmu itu...menyejukan hatiku
Gerai rambut hitammu...mempesona
Sorot matamu...membuatku terkesima.

Tahukah kamu?
Hati ini selalu tertawan oleh indah perangaimu. 

Terimakasih untuk kesabaranmu menjalani hari-hari bersamaku; ketabahanmu meniti jalan kebahagiaan; keyakinanmu bahwa hidup kita akan bercahaya.

Terimakasih untuk setiap pengorbananmu yang tak terlihat olehku; pengertianmu yang terlalu besar untukku; usahamu yang belum sempat aku mengucapkan terimakasih untuknya.

Air mata ini tergenang bila terkenang betapa sabarnya dirimu;
Air mata ini menitik bila terkenang bahwa aku belum bisa memberikan apapun untukmu;
Air mata ini mengalir bila teringat bahwa diri ini belum bisa membalas setiap kebaikanmu.
Air mata ini menetes bila menyadari bahwa belum mampu kuberikan kebahagiaan ke dalam hatimu;

Maka aku memohon maaf kepadamu wahai Adinda...

Mohon maaf untuk tiap-tiap ucapan yang mungkin melukai hatimu;
Mohon maaf untuk tiap-tiap tindakan yang mungkin menyakitimu;
Mohon maaf untuk perlakukanku yang mungkin menyinggung dirimu;

Dan

Ajarilah diri ini agar menjadi lebih baik seperti dirimu:
Ajari aku untuk berfikir sebelum bertindak, memberi sebelum meminta, mendengarkan sebelum berbicara, mengerti sebelum ingin dimengerti...

Kupinta darimu,
Jangan tinggalkan diriku. Karena aku tertawan oleh keindahan pribadimu. 



Langkah #3: Menciptakan Suasana


Suasana menghadirkan kesan.

Dan kesan lebih mudah dikenang daripada seribu kata-kata tak bermakna.

Kesan yang mengendap dalam sanubari pembaca membuat mereka teringat selalu; merasakan setiap perasaan yang dibawa oleh puisi itu sendiri.

Maka ciptakanlah kesan tertentu: itulah cara terbaik membuat puisi yang indah, yang menyentuh hati...

Dengan adanya suasana yang kuat, kata-kata kita bisa diarahkan menjadi:

sedih...

romantis...

bijaksana...

galau...

bahagia...

Selain itu, dengan suasana tertentu kita bisa memberi karakter pada penulis.

Misalnya, kita sebagai pembaca merasakan bahwa penulis puisi berkarakter manja, bijaksana, pemurung, ceria...

Cobalah simak beberapa puisi di bawah ini.

Temanya adalah puisi rindu.

Puisi 1

Cinta Si Anak Desa

Di antara suara seruling anak desa
Di dataran hijau menghampar nan luas
Di sela-sela semilir angin wangi

Kan kugamit lenganmu:
Kita kan menikmati kicau burung-burung cantik
yang bernyanyi di antara dedahanan

Mungkin sembari berbaring:
Kita pandangi langit biru membentang itu
Yang diberi sapuan awan tipis 
Laksana selendang bidadari

Kamu tahu?
Hatiku akan penuh dengan cucuran kebahagiaan
Meski hanya sekedar berdekat-dekatan denganmu

Hatiku tentram
walau sekedar berada di dekatmu.

Itulah kamu.
Sangat berharga bagiku. 



Puisi 2


Dan menggeletarlah...
Ketika angin lembut menyentuh ujung ilalang

Lalu dengan sangat perlahan
Angin menerpa ilalang dalam satu kedupan

Aku hanya duduk termenung 
Menyaksikan pertemuan angin dan ilalang

Angin yang mungkin sudah mengembara
dari laut, gurun, hutan, maupun belantara

Hanya untuk menyapa
ilalang cantik di kala senja.



Pada puisi pertama sangat kental dengan nuansa jatuh cinta.

Suasana romantis dibangun oleh kata menggamit, cantik, bahagia, bernyanyi.

Sedangkan pada puisi kedua, suasana yang dibangun adalah rasa terpesona seseorang pada keindahan alam raya.

Tips: Gunakan kata-kata yang banyak memiliki vokal i untuk membuat puisi cinta romantis. 

Sangat penting untuk memilih kata sebagai cara menciptakan suasana.


Langkah #4: Memilih Kata Puitis


Puisi adalah kata.

Dengan kata-kata kita mencurahkan perasaan. Dengan kata-kata kita membuat puisi, syair, pantun, gurindam, nazam, bahkan kata-kata mutiara bijaksana.

Jika puisi adalah kumpulan kata, maka:

Sangat penting memilih kata. Gunakan kata yang bisa menggambarkan sesuatu dengan tepat.

Misalnya kata melihat

Buatlah daftar kata yang serupa dengan kata "melihat"

melihat
menatap
memandang
melirik
mengerling
melotot
mengintip
mengedip
memicing

Dari daftar di atas...
... kita bisa memilih mana kira-kira kata yang paling tepat yang bisa dipakai dalam puisi kita.

Membuat daftar persamaan kata mempermudah dalam membuat puisi. Tentu saja puisi indah yang bisa menyentuh hati.

Gina berikan contoh lain.

Berkata
berucap
berujar
berteriak
berbisik
bersabda
bertitah
bergumam
mengatakan
menimpali


Langkah #5: Menggunakan Rima dan Resonansi


Rima dan resonansi adalah kunci membuat puisi yang indah.

Tentu saja itu untuk para pujangga lama.

Akan tetapi:

Penggunaan rima dan resonansi dalam pembuatan puisi masih bisa kita gunakan.


Resonansi

Agar lebih mudah, perhatikan puisi di bawah ini yang menggunakan resonansi.

Sedih sekali
Mengingat dirimu sahabat

Yang dimaksud dengan resonansi adalah bunyi yang hampir mirip: di awal, di tengah, ataupun di akhir kalimat.

Suku kata yang berada dalam kurung merupakan resonansi.

{se}dih  {se}kali
menging{at} dirimu sahab{at}.

Cara membuat resonansi bisa juga dengan...
... menggunakan huruf yang diulang-ulang pada hampir setiap kata.

Misalnya bait puisi di bawah ini.
 yakni dengan mengulang-ulang huruf r hampir di setiap kata yang digunakannya.

Gerimis menari nari di belantara rindu
Seperti bidadari menari riang
Ceria terlihat dari bibir
tertawa dan bercanda
serenyai rintik
yang terakhir.

Cara lainnya adalah dengan: rima atau persajakan.

Gunakan persajakan a-a-a-a, atau:

persajakan a-a-b-b

atau persajakan a-b-a-b


Contoh Puisi Dengan Sajak A-A-A-A

Sajak a-a-a-a artinya semua bunyi di akhir sama.

Kaulah kandil gemerlap
Pelita di malam gelap

Perhatikan pada huruf yang ditulis tebal: bunyinya sama.

Gina buatkan lagi contoh puisi lainnya.

Rinduku bertalu-talu
memanggil namamu selalu
hingga lidahku terasa kelu
mengenang dirimu menjadi pilu

Cara membuat puisi seperti di atas biasanya kita temukan pada puisi maupun syair pujangga lama.



Resonansi bisa juga dibuat di awal kata. Perhatikan bait puisi di bawah ini:

Sepi sekali rasa hatiku
Seperti sayatan perih sembilu

Huruf awal pada bait di atas menghasilkan efek resonansi.

Salah satu pujangga Indonesia yang paling sering menggunakan efek resonansi seperti di atas adalah Amir Hamzah.


Cara Membuat Puisi Yang Menyentuh Hati


Puisi terbaik adalah yang terindah.

Tetapi puisi hebat adalah yang dapat menyentuh hati.


Pertanyaannya...

Bagaimana cara membuat puisi indah yang menyentuh hati?


Cara pertama:

Setiap kata berasal harus dari relung hati. 

Pembaca memiliki hati.

Maka jika ingin menyentuh hatinya, ucapan kita harus dari relung hati.

Hati yang tulus dan ikhlas, pastilah dapat dirasakan oleh siapapun. Meskipun hanya menggunakan kata-kata biasa...

...puisi akan terasa sangat indah bila ditulis dengan segenap hati.


Related Posts

Cara Membuat Puisi Yang Indah Menyentuh Hati
4/ 5
Oleh

Masukan Emailmu

Suka dengan syairko? Masukan emailmu untuk artikel terbaru.